Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal salah satu jenis serangga yang umum disebut rayap. Sebutan lain yang juga umum adalah semut putih, karena individu-individu rayap yang tak bersayap berwarna keputih-putihan. Sepintas, di antara jenis-jenis rayap banyak yang mirip satu sama lain, sehingga bagi mereka yang belum terlatih, agak sulit membedakannya, kecuali rayap kayu kering (Cryptotermes) yang menghuni dan makan kayu kering, dan rayap subteran yang sarang koloninya terdapat dalam tanah, dengan ukuran tubuh relatif besar.

 

                Rayap memiliki ciri biologi yang berbeda dengan semut atau lebah, walaupun secara umum memiliki perilaku kehidupan yang mirip yaitu berkoloni, memiliki tatanan kasta termasuk masing-masing pembagian tugasnya. Semut dan atau lebah dicirikan oleh bentuk pinggang yang ramping, akan tetapi rayap tidak memiliki pinggang. Berdasarkan perilaku hidupnya, bahwa semut atau lebah mencari makan lebih “terbuka”, sedangkan rayap selalu “tertutup”, menutup jalur-jalur kembaranya dengan bahan-bahan tanah.
rayap pemakan furniture kayu

Rayap Pemakan Kayu

 

                Perkembangan hidup rayap adalah melalui metamorfosa hemimetabola, yaitu secara bertahap, mulai dari telur, nimfa dan dewasa. Pada pertumbuhan dewasa, jenis rayap tertentu memiliki sayap (laron), karena sifat polimorfismenya maka di samping bentuk laron yang bersayap. Bagi kasta pekerja, rayap dewasa bentuknya seperti nimfa berwarna keputih-putihan, sedangkan kasta prajurit berbentuk khusus dan berwarna lebih kecoklatan.

 

                Rayap merupakan serangga daerah tropika dan subtropika. Di daerah tropika rayap ditemukan mulai dari pantai sampai ketinggian 3000 m di atas permukaan laut, dengan kelembaban 60-70%, dan temperatur udara antara 250 C danh 290 C. Makanan utamanya adalah kayu atau bahan yang memiliki kandungan selulosa. Dari perilaku makanya, dapat disarikan bahwa rayap termasuk golongan makhluk hidup perombak bahan mati yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan dalam ekosistem kita. Mereka merupakan konsumen primer dalam rantai makanan yang berperan dalam kelangsungan siklus beberapa unsur penting seperti karbon dan nitrogen. Tapi masalahnya bahwa manusia juga merupakan konsumen primer yang memerlukan hasil-hasil tanaman bukan saja untuk makanan, juga untuk membuat rumah dan bangunan-bangunan lain yang diperlukannya. Disinilah letak permasalahannya, sehingga manusia bersaing dengan rayap.

 

Nah… Sebelum rumah anda habis di makan rayap, maka kami sangat menyarankan untuk Proteksi bangunan rumah/kantor/gedung anda dengan Anti Rayap.

 

Sumber : https://staff.blog.ui.ac.id/tarsoen.waryono/files/2009/12/33-ekosistem-rayap.pdf

 

Butuh Anti Rayap ? Hubungi kami :
PT. Guci Emas Pratama
Jl. Gandasasmita No. 1, Serua, Ciputat
Telp. 021-74637054 / Fax. 021-74637056

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.