8 Fakta Tentang Nyamuk Yang Harus Kita Ketahui

1. Alasan Nyamuk Selalu Terngiang di Sekitar Kepala Kita Sudah dibahas sebelumnya, kalau nyamuk amat tertarik dengan karbondioksida yang kita keluarkan. Mereka bahkan bisa mendeteksinya dari jarak 100 kaki atau sekitar 30 meter. Karena CO2 itu keluar dari mulut dan hidung, makanya nyamuk tertarik mendekat ke area kepala kita. Sayap nyamuk lah yang membuat suara berisik

FAKTA UNIK NYAMUK

    FAKTA UNIK NYAMUK   1. NYAMUK MENYUKAI TUBUH YANG BERKERINGAT Nyamuk bukan menyukai Anda karena bau darah yang menggiurkan baginya, tetapi karena karbondioksida yang dikeluarkan tubuh. Semakin banyak karbondioksida yang Anda keluarkan,  kemungkinan semakin menarik Anda di mata nyamuk. Nyamuk umumnya lebih banyak datang sesaat setelah berolahraga karena tubuh mengeluarkan banyak karbondioksida. Ini

Ekosistem Rayap

                Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal salah satu jenis serangga yang umum disebut rayap. Sebutan lain yang juga umum adalah semut putih, karena individu-individu rayap yang tak bersayap berwarna keputih-putihan. Sepintas, di antara jenis-jenis rayap banyak yang mirip satu sama lain, sehingga bagi mereka yang belum terlatih, agak sulit membedakannya, kecuali rayap kayu kering (Cryptotermes)

Nyamuk dengan Bakteri Wolbachia di Yogyakarta

Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya) mengajak masyarakat berpartisipasi menanggulangi penyakit demam berdarah (DBD). Hal itu dilaksanakan dengan turun ke jalan di arena Car Free Day di Jl Sudirman, “Joker” (Jogja Kreatif) Tribun Jogja, dengan tema “Aku Melu Cegah DBD”. Di arena ini, peserta berkesempatan untuk mengamati nyamuk dan mendapatkan penjelasan mengenai karakter nyamuk. Disamping itu

Jakarta Bakal Dikepung Rayap!!!

  Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengingatkan wilayah Indonesia khususnya DKI Jakarta bakal dikepung rayap. Hasil pemetaan dua tahun lalu mengungkapkan, delapan wilayah di Jakarta menjadi daerah paling rawan serangan rayap atau Kelas Bahaya I. Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB Prof Dr Dodi Nandika mengatakan, delapan wilayah di Jakarta yang rentan terhadap serangan rayap