7 Fakta Menarik tentang Kumbang Bubuk Kayu

7 Fakta Menarik tentang Kumbang Bubuk Kayu : Ukurannya Yang Kecil Tak Boleh Disepelekan.

Biarpun memiliki ukurang yang sangat kecil, namun banyak hal menakjubkan yang bisa kita dapatkan dengan mempelajari kumbang bubuk kayu. Kumbang ini bisa sebabkan kerugian sangat besar dengan tipe kerusakan jangka panjang. Apa saja fakta menarik selanjutnya?

Ukurannya yang kecil tak boleh disepelekan.

Kumbang bubuk kayu adalah salah satu jenis hama kayu yang sering dianggap sebagai momok menakutkan perusahaan kayu. Dalam ilmu tentang serangga (entomology), nama kumbang ini sebenarnya mengacu pada kelompok kumbang dari sub family Lyctinae. Meskipun bagi orang awam ia jarang didengar, namun reputasi kumbang ini dalam industri perkayuan tak perlu diragukan lagi. Banyak hal-hal mengejutkan yang ditemukan dari serangga yang sangat kecil ini. Apa sajakah itu?

 

 

 

 

7 Hal Menarik yang Harus Anda Ketahui tentang Kumbang Bubuk Kayu

  1. Bisa Akibatkan Kerugian Besar

Kerusakan kayu parah akibat kumbang bubuk kayu

Kumbang bubuk kayu memang memiliki ukuran yang sangat kecil. Namun demikian, kumbang ini bisa membuat sebuah perusahaan rugi sangat besar. Kumbang bubuk kayu akan merusak kayu Anda dengan meletakkan telur di dalam substrat kayu. Larva yang menetas kemudian memakan substrat kayu dari dalam dan secara perlahan-lahan. Dalam kurun waktu yang lama, kerusakan yang diakibatkan jelas signifikan, apalagi bila yang menginfeksi tak hanya satu kumbang saja. Bahkan, meski kerusakan kayu masih bisa diatasi, namun adanya lubang-lubang pada permukaan kayu akan membuat nilai jualnya turun drastis.

  1. Silent Destroyer yang Gigih

Yang membuat serangga ini disepelekan adalah tipe kerusakannya yang terjadi dalam jangka waktu sangat lama. Larva kumbang ini umumnya hidup selama satu tahun. Artinya dalam rentang waktu 1 tahun itulah, kayu Anda akan mengalami pengrusakan secara perlahan-lahan.

  1. Lebih Suka Kayu Keras

Kumbang bubuk kayu lebih menyukai kayu keras daripada kayu lunak. Induk kumbang akan memasukkan telurnya pada pori-pori kayu keras yang memang lebih besar dibanding kayu lunak. Selain itu, kayu keras juga menawarkan gizi yang bisa mencukupi pertumbuhan larva.

  1. Tak Suka Kayu Lembab

Berbeda dengan banyak serangga dan organisme pada umumnya, larva kumbang ini lebih suka hidup di kayu yang kering (MC 8% saja). Jadi, Anda tak perlu repot-repot memastikan kayu Anda tidak lembab bila yang berpotensi menyerang hanya hama ini.

  1. Mengubah Kayu Solid Menjadi Bubuk Talek

Kumbang bubuk kayu memakan kayu solid dan mengubahnya menjadi kotoran berupa bubuk yang sangat halus menyerupai bedak talek. Kehalusan bubuk yang dihasilkan kumbang ini sangat sulit ditandingi oleh jenis kumbag pengebor yang lain.

  1. Sering Disamakan dengan Kumbang Pengebor lain

Perbandingan tubuh kumbang bubuk kayu yang asli (lyctid) dan deathwatch.

Kumbang bubuk kayu sering disamakan dengan kumbang pengebor yang lain, misalnya kumbang Anobiidae. Bahkan, kelompok kumbang dari family Bostrichidae memiliki julukan sebagai kumbang bubuk palsu atau false powderpost beetle. Bagi orang awam, kumbang ini memang mirip dengan kumbang pengebor yang lain, namun bila ditilik lebih jauh, perbedaan yang ditunjukkan pun sebenarnya cukup signifikan.

 

  1. Infeksi Ulang

Larva yang telah berubah menjadi kumbang muda bisa kembali menginfeksi kayu tempat tinggalnya dulu. Jadi, berhati-hatilah bila kayu Anda pernah terinfeksi kumbang ini. Ada kemungkinan terjadi infeksi ulang.

Demikian 7 fakta menarik mengenai kumbang bubuk kayu. Semoga bermanfaat!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.