Rp 44 Miliar Dana Anti-Rayap Diduga Untuk Cincai-cincai

Kalangan DPRD DKI Jakarta  mendesak Plt Gubernur Ahok menindaklanjuti temuan indikasi penyelewengan dana antirayap terhadap gedung sekolah di Dinas Pendidikan.  Pasalnya, selama empat tahun dana yang sudah terserap sekitar Rp44 miliar diduga dicincai-cincai.

Ahmad Husin Alaydrus, anggota DPRD DKI Jakarta, menilai wajar saja jika banyak kalangan yang mempertanyakam penggunaan anggaran tersebut. Sebab, untuk perbaikan gedung telah terdapat anggaran perbaikan  ringan, sedang dan  berat maupun  total. “Saya kira hal ini perlu menjadi perhatian Ahok, karena di lingkungan pendidikan di Jakarta sarat dengan manipulasi penggunaan anggaran,” ujarnya, Kamis (3/7).

Apalagi belakangan ini sempat terungkap bahwa pelaksanaan kegiatan antirayap untuk gedung sekolah di Jakarta menggunakan obat untuk mengatasi hama pada tanaman.  “Kalau ada indikasi penyimpangan, saya kira harus ditindaklanjuti,” tandasnya.

TIDAK TAHU

Manat Gultom, Koordinator Jakarta Corruption Watch (JCW),  sebagai pihak yang mengungkap temuan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan anggaran anti rayap berharap  Ahok bisa menata  birokrat di segala lapisan. “Kami telah secara resmi meminta pertanggungjawaban hukum terhadap pemakaian  dana Rp44 miliar di pos anggaran  anti rayap untuk pemeliharaan gedung SDN. SMPN, SMAN/ SMKN selama empat  tahun  di Suku Dinas Pendidikan Dasar/ Dikmen lima wilayah kota,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan JCW terhadap beberapa pihak sekolah selaku pengguna barang atau jasa menyebutkan tidak mengetahui adanya fungsi atau program pengadaan anti rayap tersebut.

Hal yang sama juga diakui beberapa pihak rekanan selaku penerima kontrak pekerjaan perbaikan ringan, sedang dan  berat maupun  total juga tidak mengetahui adanya program pemeliharaan gedung dengan anti rayap. Padahal anggaran yang dikucurkan pada proyek ini tidaklah sedikit.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, berjanji menindaklanjuti temuan ini. Ia malah secara tegas  tidak memberikan toleransi pada penyimpangan anggaran di instansinya. (guruh)

http://poskotanews.com

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *