8 Fakta Tentang Nyamuk Yang Harus Kita Ketahui

8 Fakta Menarik Nyamuk Yang Harus Anda Ketahui

1. Alasan Nyamuk Selalu Terngiang di Sekitar Kepala Kita

Sudah dibahas sebelumnya, kalau nyamuk amat tertarik dengan karbondioksida yang kita keluarkan. Mereka bahkan bisa mendeteksinya dari jarak 100 kaki atau sekitar 30 meter. Karena CO2 itu keluar dari mulut dan hidung, makanya nyamuk tertarik mendekat ke area kepala kita. Sayap nyamuk lah yang membuat suara berisik itu setiap kali mereka terbang. Ketika mereka berada di area kepala Anda, mencari tempat untuk mendarat dan menggigit, dengungan mereka akan terdengar lebih keras setiap kali mereka dekat dengan telinga Anda.

2. Nyamuk Betina dan Jantan, Aktif yang Mana?

Nah ternyata nyamuk betinalah yang suka menggigit dan doyan menghisap darah. Mereka yang cukup aktif menimbulkan kesengsaraan. Sementara yang jantannya memilih mendekati bunga dan memakan nectar atau madunya.

3. Virus Bisa Meningkatkan ‘Nafsu Darah’ Mereka

Penelitian menemukan fakta bahwa virus bisa mengubah nyamuk jadi ‘monster’. Karena pengaruh virus demam berdarah, nyamuk jadi lebih haus akan darah. Instingnya untuk mencium bau kita pun jadi begitu kuat. Kecil-kecil tapi mengerikan!

4. Parasit Membuat Nyamuk ‘Tergila-gila’ Pada Bau Keringat Manusia

Nyamuk bisa terinfeksi oleh parasit malaria. Jika sudah begitu, maka ia akan berubah jadi nyamuk yang ingin lebih sering meminum darah, sekaligus menghisapnya dengan jumlah banyak. Dan untuk memenuhi semua keinginan itu, tentu saja ia bisa ‘memanfaatkan’ manusia. Penelitian menyebutkan kalau nyamuk malaria sangat tertarik pada keringat manusia. Para peneliti melakukan percobaannya dengan menggunakan kaus-kaki yang sering dipakai

cartoon-mosquito

 

5. Air Liur Nyamuk yang Membuatnya Gatal

Sebagaimana biasanya, ketika nyamuk menemukan target korban… ia akan menusukkan jarum kecil andalannya. Ketika menyedot, ia meninggalkan air liur. Itulah yang membuat kulit kita akan merespons dengan rasa gatal yang cukup mengganggu.

 

6. Gigitan Nyamuk Jadi Penyebab Meninggalnya Alexander yang Agung

Sang Raja Macedonia dan Penakluk Kerajaan Persia, dialah Alexander ‘the Great’. Nama ‘Alexander yang Agung’ tentu tidak tersemat tanpa alasan. Dia tidak pernah kalah dalam peperangan. Ia juga disebut-sebut sebagai salah-satu komandan paling sukses dalam sejarah. Ironis, sebab ternyata ia ‘kalah’ di mulut nyamuk yang terinfeksi virus West Nile.

7. Nyamuk itu Kecil dan Terbangnya Lambat, Namun Cukup Mengganggu

Bobot tubuh seekor nyamuk rata-rata 2 hingga 2,5 miligram. Dengan berat tubuh sekecil itu, mestinya mereka bisa lebih cepat. Kontras, mereka justeru hanya terbang dengan kecepatan antara 1 sampai 1,5 mil tiap jamnya. Karena itu, mereka disebut-sebut sebagai salah-satu serangga yang terbang dengan lambat.

8. Nyamuk adalah Hewan ‘Maut’ Paling Kecil di Dunia

Hewan apa yang paling menakutkan bagi sebagian orang? Harimau? ular? ikan ganas? Semua itu wajar adanya. Namun siapa sangka, hewan paling mematikan dan mestinya paling kita takuti adalah nyamuk – hewan kecil yang bahkan tanpa taring. Meski kecil, namun dialah yang bertanggung-jawab akan penyebaran malaria, demam kuning, demam berdarah, encephalitis atau radang jaringan otak, dsb. Seekor nyamuk saja bisa menjangkiti lebih dari 100 manusia. Bahkan WHO, badan kesehatan PBB, memberi pernyataan bahwa setiap 45 detik, nyamuk malaria sudah menewaskan seorang anak di Afrika.

 

Sumber : http://www.ngasih.com/fakta-unik-dan-menarik-tentang-nyamuk/

 

Jadi Hindarkan Rumah Anda dari serangan si “Monster” kecil bernama Nyamuk.

Amankan keluarga anda, hubungi kami :

PT. Guci Emas Pratama

Pusat Pengendali Hama

Jl. Ganda Sasmita No. 1, Serua-Ciputat

Telp. 021-74637054/Fax 021-74637056

Share Button

FAKTA UNIK NYAMUK

 

 

download gambar nyamuk

FAKTA UNIK NYAMUK

 

1. NYAMUK MENYUKAI TUBUH YANG BERKERINGAT

Nyamuk bukan menyukai Anda karena bau darah yang menggiurkan baginya, tetapi karena karbondioksida yang dikeluarkan tubuh. Semakin banyak karbondioksida yang Anda keluarkan,  kemungkinan semakin menarik Anda di mata nyamuk. Nyamuk umumnya lebih banyak datang sesaat setelah berolahraga karena tubuh mengeluarkan banyak karbondioksida. Ini pernah saya alami sewaktu selesai berolahraga. Kebetulan waktu duduk untuk beristirahat sebenar, tiba-tiba beberapa nyamuk mendekati saya. Jadi, sebenarnya nyamuk itu mempunyai gangguan penglihatan. Untuk menemukan mangsanya dengan mencium karbon dioksida (C02) dengan sensor infra merahnya. Nyamuk betina bisa segera mengetahui mangsanya dari jarak 35 meter. Ketika nyamuk betina merasai adanya karbon dioksida, ia akan langsung meluncur terbang secara zig-zag, sehingga bulu-bulu halusnya dapat menemukan sumber karbon dioksida itu. Setelah sumber karbondioksida didapat, isyarat lainnya pun turut mendominasi bahwa yang ditemukan itu benar-benar si mangsa, seperti bau tubuh (keringat, asam laktat, dll) dan juga panas tubuh.

 

2. NYAMUK YANG MENGGIGIT HANYA NYAMUK BETINA

Jangan salahkan semua nyamuk karena nyamuk yang mengigit hanyalah nyamuk betina. Nyamuk jantan tidak butuh darah manusia karena sudah mendapat nutrisi yang dibutuhkan dari nektar dengan memakan saripati tanaman, seperti kebanyakan yang lebah madu lakukan. Sementara nyamuk betina membutuhkan darah yang mengandung protein yang membantu pengembangan telur-telur nyamuk yang berjumlah ratusan. Akan tetapi, darah bukanlah kebutuhan pokok nyamuk betina, karena darah yang berfungsi untuk proses perkembangan telurnya, sedangkan untuk mendapatkan makanan nyamuk betina juga melakukan hal yang sama dengan nyamuk jantan.

 

3. NYAMUK MENYUKAI BIR

Bukan berarti nyamuk langsung minum bir, melainkan nyamuk menyukai orang yang minum bir. Ada perubahan senyawa kimia tertentu di dalam tubuh orang yang minum bir sehingga dapat menarik nyamuk.

 

4. NYAMUK MENYUKAI KAKI YANG BAU

Para peneliti menunjukkan, kaki yang mengeluarkan aroma bau lebih menarik bagi nyamuk. Biasanya kaki bau disebabkan karena jarang menggunakan kaos kaki sewaktu memakai sepatu, sehingga kaki mudah berkeringat dan menimbulkan bau yang tidak enak. Cara untuk menghilangkan bau tersebut, biasanya dengan merendam kaki ke air hangat.

 

5. NYAMUK MENYUKAI ORANG YANG BERDIRI DI PINGGIR

Jika sedang di kerumunan, jangan berdiri di pinggir kalau tidak mau digigit nyamuk. Hal ini karena nyamuk lebih mudah mencapai orang yang berada di pinggir daripada yang berada di tengah.

 

6. NYAMUK TIDAK MENYUKAI TANAMAN YANG TERAWAT

Taman identik dengan nyamuk. Namun, jika taman dirawat dengan baik, jumlah nyamuk dapat diminimalisasi. Maka, rutinlah membersihkan taman, pangkas tanaman-tamanan yang sudah mulai tidak beraturan, dan kuraslah kolam yang mungkin ada di sana.

 

7. NYAMUK MENYUKAI WANITA HAMIL

Saat hamil, pengeluaran karbondioksida dari tubuh semakin banyak, terutama di bagian perut, lantaran bayi pun ikut menyumbangkan emisi. Inilah yang membuat nyamuk lebih tertarik pada wanita hamil, terutama di bagian perut mereka.

 

Banyak Nyamuk/Hama Pengganggu di Rumah/Kantor Anda?

Segera Hubungi :

PT. GUCI EMAS PRATAMA

(Pusat Pengendalian Hama)

021-74637054 / 021-74637056

Share Button

Ekosistem Rayap

                Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal salah satu jenis serangga yang umum disebut rayap. Sebutan lain yang juga umum adalah semut putih, karena individu-individu rayap yang tak bersayap berwarna keputih-putihan. Sepintas, di antara jenis-jenis rayap banyak yang mirip satu sama lain, sehingga bagi mereka yang belum terlatih, agak sulit membedakannya, kecuali rayap kayu kering (Cryptotermes) yang menghuni dan makan kayu kering, dan rayap subteran yang sarang koloninya terdapat dalam tanah, dengan ukuran tubuh relatif besar.

 

                Rayap memiliki ciri biologi yang berbeda dengan semut atau lebah, walaupun secara umum memiliki perilaku kehidupan yang mirip yaitu berkoloni, memiliki tatanan kasta termasuk masing-masing pembagian tugasnya. Semut dan atau lebah dicirikan oleh bentuk pinggang yang ramping, akan tetapi rayap tidak memiliki pinggang. Berdasarkan perilaku hidupnya, bahwa semut atau lebah mencari makan lebih “terbuka”, sedangkan rayap selalu “tertutup”, menutup jalur-jalur kembaranya dengan bahan-bahan tanah.
rayap pemakan furniture kayu
Rayap Pemakan Kayu

 

                Perkembangan hidup rayap adalah melalui metamorfosa hemimetabola, yaitu secara bertahap, mulai dari telur, nimfa dan dewasa. Pada pertumbuhan dewasa, jenis rayap tertentu memiliki sayap (laron), karena sifat polimorfismenya maka di samping bentuk laron yang bersayap. Bagi kasta pekerja, rayap dewasa bentuknya seperti nimfa berwarna keputih-putihan, sedangkan kasta prajurit berbentuk khusus dan berwarna lebih kecoklatan.

 

                Rayap merupakan serangga daerah tropika dan subtropika. Di daerah tropika rayap ditemukan mulai dari pantai sampai ketinggian 3000 m di atas permukaan laut, dengan kelembaban 60-70%, dan temperatur udara antara 250 C danh 290 C. Makanan utamanya adalah kayu atau bahan yang memiliki kandungan selulosa. Dari perilaku makanya, dapat disarikan bahwa rayap termasuk golongan makhluk hidup perombak bahan mati yang sebenarnya sangat bermanfaat bagi kelangsungan kehidupan dalam ekosistem kita. Mereka merupakan konsumen primer dalam rantai makanan yang berperan dalam kelangsungan siklus beberapa unsur penting seperti karbon dan nitrogen. Tapi masalahnya bahwa manusia juga merupakan konsumen primer yang memerlukan hasil-hasil tanaman bukan saja untuk makanan, juga untuk membuat rumah dan bangunan-bangunan lain yang diperlukannya. Disinilah letak permasalahannya, sehingga manusia bersaing dengan rayap.

 

Nah… Sebelum rumah anda habis di makan rayap, maka kami sangat menyarankan untuk Proteksi bangunan rumah/kantor/gedung anda dengan Anti Rayap.

 

Sumber : https://staff.blog.ui.ac.id/tarsoen.waryono/files/2009/12/33-ekosistem-rayap.pdf

 

Butuh Anti Rayap ? Hubungi kami :
PT. Guci Emas Pratama
Jl. Gandasasmita No. 1, Serua, Ciputat
Telp. 021-74637054 / Fax. 021-74637056
Share Button

Nyamuk dengan Bakteri Wolbachia di Yogyakarta

Eliminate Dengue Project Yogyakarta (EDP-Yogya) mengajak masyarakat berpartisipasi menanggulangi penyakit demam berdarah (DBD). Hal itu dilaksanakan dengan turun ke jalan di arena Car Free Day di Jl Sudirman, “Joker” (Jogja Kreatif) Tribun Jogja, dengan tema “Aku Melu Cegah DBD”.

Di arena ini, peserta berkesempatan untuk mengamati nyamuk dan mendapatkan penjelasan mengenai karakter nyamuk. Disamping itu juga ada kuis menghitung jentik nyamuk, kuis mencari kata, kontes selfie bersama Armada Sepeda Pitpaganda dan aksi sulap di panggung utama. EDP – Yogya merupakan kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran UGM dan didanai oleh Yayasan Tahija Jakarta, sejak 2010.

Metodenya menggunakan bakteri alami bernama wolbachia yang dibiakan kedalam tubuh nyamuk aedes aegypti

nyamuk-wolbachia

Nantinya nyamuk ber-wolbachia akan dilepaskan ke alam bebas dan kawin dengan nyamuk lain, sehingga diharapkan keturunannya akan aman dari virus DBD.

Hal itu karena bakteri wolbachia dapat menekan perkembangan virus demam berdarah dengue.

Adapun program ini telah dilaksanakan di Sleman dan Bantul. Nantinya program ini akan diperluas lagi hingga Kota Yogyakarta.

Di Kota Yogyakarta hingga April 2016 ada 453 kasus DBD dengan empat orang meninggal dunia.

Saat ini tengah dilakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat dan pemerintah, serta persiapan pelepasan nyamuk ber-wolbachia pada wilayah terpilih. Dengan hal itu, diharap menurunkan kasus demam berdarah dengue di wilayah itu

 

Butuh Anti Rayap / Pest Control ?

Hubungi kami : 021-74637054

 

 

Sumber : http://jogja.tribunnews.com/2016/05/21/nyamuk-wolbachia-di-kota-yogya

Share Button

Jakarta Bakal Dikepung Rayap!!!

 

Ratu Rayap

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengingatkan wilayah Indonesia khususnya DKI Jakarta bakal dikepung rayap.

Hasil pemetaan dua tahun lalu mengungkapkan, delapan wilayah di Jakarta menjadi daerah paling rawan serangan rayap atau Kelas Bahaya I.

Guru Besar Fakultas Kehutanan (Fahutan) IPB Prof Dr Dodi Nandika mengatakan, delapan wilayah di Jakarta yang rentan terhadap serangan rayap adalah Kecamatan Ciracas, Kramat Jati, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilincing, Pesanggarahan, Kebayoran Baru, dan Mampang Prapatan.

Sedangkan wilayah yang masuk kedalam Kelas Bahaya II yakni Duren Sawit, Jatinegara, Palmerah, Kalideres, Kembangan dan Pancoran. Dan wilayah untuk kelas bahaya III adalah Kecamatan Cengkareng.

Suburnya rayap di Indonesia kata Dodi Nandika, karena iklim Indonesia memiliki suhu udara yang hangat dengan kelembaban udara yang tinggi.

“Kondisi ini sangat sesuai untuk perkembangbiakan rayap khususnya di Jakarta,” kata Dodi, Senin (14/9).

Karenanya, bahaya serangan rayap sangat penting untuk ditanggulangi.

Apalagi, kata dia, berdasarkan hasil penelitian lebih dari 16 persen gedung milik DKI, mulai dari kantor-kantor, sekolah, sarana olahraga, sarana sosial, hingga sarana kesehatan, sudah diserang rayap.

“Pertumbuhan gedung di Jakarta ini ternyata diikuti pula oleh perkembangbiakan rayap. Ini artinya sudah darurat,” ujarnya.

Upaya yang harus dilakukan kata Dodi, menyosialisasikan kepada masyarakat atau instansi terkait wilayah yang rawan rayap.

“Hal ini harus diedukasikan kepada masyarakat supaya mereka dapat melakukan pencegahan,” katanya.

Selain itu, segera melaksanakan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2013 tentang Pedoman Penanggulangan Bahaya Rayap pada gedung milik Pemprov DKI.

“Lakukan penerapan pencegahan rayap dengan menggunakan anti rayap,” kata Dodi.

 

Butuh anti rayap ? Hubungi kami!!!

 

Sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2015/09/14/breaking-news-jakarta-bakal-dikepung-rayap

Share Button

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Kami segenap Staff dan Karyawan PT. Guci Emas Pratama mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Minal Adizin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan BatinDepan Atas

Share Button