Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Kami segenap Staff dan Karyawan PT. Guci Emas Pratama mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H

Minal Adizin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan BatinDepan Atas

Share Button

Laron, Rayap yang Bersayap

 

Laron, Rayap yang Bersayap

Bila musim hujan tiba, akan banyak laron keluar dari liang dalam tanah dan beterbangan di sekitar kita. Laron-laron ini  sibuk mencari tempat yang terang benderang, seperti nyala lampu jalan atau lampu di rumah kita. Laron adalah rayap yang bersayap .

Eastern Subterranean Termite (Reticulitermes flavipes) workers and winged reproductives, central Texas

Rayap Bersayap

Laron itu sebenarnya adalah rayap yang hidup di bawah tanah. Keistimewaannya, laron adalah jenis rayap yang memiliki sayap. Maka, begitu keluar dari sarang, mereka segera … brrr … terbang ke mana-mana.

Kehidupan laron memang unik. Setelah terbang beberapa saat, laron betina mengeluarkan bau tertentu untuk menarik perhatian laron jantan.

Setelah sepasang laron bertemu, keduanya “mendarat” dan melepas sayap di tanah. Kedua laron itu, si jantan dan si betina akan  berjalan beriringan. Laron betina di depan, sedangkan laron jantan mengikuti di belakang. Pasangan laron ini cepat-cepat  mencari tempat untuk membuat sarang baru.

ratu-rayap_large

Ratu tubuhnya gendut. Tugasnya hanya bertelur.

Raja dan Ratu

Setelah berbulan madu, perut laron betina akan membesar. Kini, laron betina berubah menjadi ratu dan siap bertelur. Sedangkan laron jantan menjadi raja.

Dalam keluarga rayap, tugas ratu adalah bertelur dan terus bertelur.  Setiap hari, sang ratu akan mengeluarkan ribuan butir telur. Sedangkan tugas sang raja adalah terus membuahi sang ratu agar terus bertelur. Semakin lama, ratu rayap tumbuh menjadi besar, sehingga sulit bergerak. Sedangkan raja rayap,  hanya tumbuh sedikit lebih besar dari ukuran laron biasa.

raja-rayap_medium

Raja bertugas membuahi ratu agar terus bertelur.

Nimfa

Telur yang dihasilkan oleh ratu kemudian menetas menjadi bayi rayap atau nimfa. Nimfa ada berkembang menjadi laron, namun ada juga yang tumbuh menjadi rayap pekerja dan rayap prajurit.

Rayap pekerja dan rayap prajurit tidak bersayap.Sedangkan nimfa yang bakal menjadi ratu atau raja biasanya mengalami perubahan bentuk, yaitu memiliki tonjolan sayap dan dari waktu ke waktu terus berkembang sempurna. Kemudian warna tubuhnya pun menjadi hitam. Ya, rayap bersayap itulah yang kemudian disebut laron.

calon-laron_medium

Saat laron belum tumbuh sayap

Pembagian Tugas

Rayap termasuk kelompok Isoptera. Jenis serangga berkasta ini dalam Wikipedia disebut termite. Uniknya, keluarga rayap hidup berkoloni dan mempunyai pembagian tugas.

Ratu, yakni laron betina biasanya bertubuh gendut dan tugasnya bertelur. Raja, yaitu laron jantan bertugas melestarikan keturunan (membuahi). Kemudian rayap prajurit bertugas mempertahankan sarang dari gangguan hewan lain. Sedangkan rayap pekerja bertugas menjaga sarang dari kerusakan dan sekaligus memberi makan ratu dan raja.

galerikayu-com_medium

Rayap pekerja mencari makan dengan menggerogoti kayu

Merugikan Manusia

Rayap dianggap serangga yang merugikan manusia. Rayap hidup di dalam tanah dan mencari makan secara tertutup (tersembunyi). Bandingkan dengan semut yang mencari makan di tempat terbuka. Makanan utama rayap adalah kayu. Tak salah, banyak rumah atau bangunan yang kayunya keropos karena digerogoti oleh rayap-rayap ini. Yap, karena dianggap merusak kayu-kayu bangunan, serangga ini menjadi musuh manusia.

rayap-tentara_medium

Rayap prajurit. Kepalanya besar dilengkapi mulut penjepit. Dalam bahasa Jawa disebut gonteng

Puluhan Tahun

Konon, ratu dan raja rayap bisa hidup puluhan tahun. Bahkan dari referensi yang Bobo baca, ratu dan raja rayap ini bisa hidup lebih dari 45 tahun. Wow… lama sekali.

Akan tetapi, bagi laron yang tidak mendapatkan pasangan, mereka akan segera mati atau menjadi santapan empuk burung-burung, kelelawar, juga cicak. Bahkan di pedesaan, banyak orang menangkap laron untuk digoreng dan dijadikan lauk makan.

 

Sumber : http://bobo.kidnesia.com/Bobo/Info-Bobo/Bobo-File/Laron-Rayap-yang-Bersayap

Share Button

Identifikasi Hama

Identifikasi Hama

Identifikasi hama sangat rumit. Perlu tahu apa yang baru saja ditemukan sepanjang meja dapur Anda? Khawatir tentang apa hama dapat merusak properti Anda? Ingin tahu tentang keberadaan tempat tidur Anda? Mengidentifikasi hewan dan serangga gunakan Pest Guide kami. Tentukan apa yang mengganggu Anda, dan belajar bagaimana untuk mencegahnya.

Bahkan jika Anda pengenal hamanya lebih dalam, kami dari team Identifikasi Hama berusaha untuk pengendalian hama secara  profesional. Jika Anda menemukan tanda-tanda serangan hama di rumah Anda, Hubungi Kami : Jasa Pengendali Hama dan Rayap berlisensi segera. Kami akan datang untuk memeriksa rumah Anda, mengkonfirmasi spesies, dan merekomendasikan tindakan untuk menjaga keluarga Anda aman dan sehat.

Semut & Pengendalian

Semut Argentina
Semut Carpenter
Semut Gila
Semut Rumah
Semut Pavement
Semut Firaun
Semut Merah Impor Api
Semut Acrobat
Semut Leafcutting
Semut Pencuri
Lebih Mengetahui & Pengendalian Semut

Serangga

Serangga

Burung Pest Control

Merpati
Pelatuk
Eropa Starling

Kecoa

Kecoa Amerika
Kecoa Brownbanded
Kecoa Oriental
Kecoa Jerman

Lalat

Lalat Rumah
Lalat Buah

Gangguan Kontrol & Manajemen

Tupai Pohon
Oposum
Raccoon
Voles
Kelelawar
Groundhogs
Tupai terbang
Anjing Prairie

Occasional Pests & Invaders

Earwigs
Pillbugs (Rollie Pollies)
Bugs Stink
Springtails (Snow Kutu)
Gegat
Lipan
Kaki seribu
Jangkrik Rumah
Kumbang kecil
Boxelder Bug
Berkala Cicadas
Kalajengking
Jangkrik Camel

Hama lain

Bervariasi Carpet Beetles
Powderpost Kumbang
Tungau Debu Rumah
Air-Melakukan Jamur

Hewan Pengerat

Tikus Rusa
Tikus rumah
Tikus Norway
Tikus atap

Laba-laba

Black Widow Spider
Brown Recluse Spider
Berbadan panjang Cellar Spider
Umum Rumah Spider
Jumping Spider
Serigala Spider

Menyengat & Serangga Menggigit

Carpenter Lebah
Africanized (“Pembunuh”) Lebah
Lebah bumble
Lebah Madu
Nyamuk
Blacklegged (Deer) Kutu
Kutu
Yellowjackets
Hornets botak berwajah
Ayam Tungau (Bird Tungau)
Eropa Hornet
Buka daubers Pipa Mud
Paper Tawon
Velvet (“Cow Killers”) Semut
Asian Tiger Nyamuk
Amerika Dog Kutu
Brown Dog Kutu
Lone Star Tick
Rocky Mountain Wood Tick

Tersimpan Hama Produk

Kumbang Grain
Ngengat India

Rayap

Rayap Subterranean
Rayap Drywood
Rayap Dampwood
Rayap Formosa
Rayap Conehead

 

Share Button

Rp 44 Miliar Dana Anti-Rayap Diduga Untuk Cincai-cincai

Kalangan DPRD DKI Jakarta  mendesak Plt Gubernur Ahok menindaklanjuti temuan indikasi penyelewengan dana antirayap terhadap gedung sekolah di Dinas Pendidikan.  Pasalnya, selama empat tahun dana yang sudah terserap sekitar Rp44 miliar diduga dicincai-cincai.

Ahmad Husin Alaydrus, anggota DPRD DKI Jakarta, menilai wajar saja jika banyak kalangan yang mempertanyakam penggunaan anggaran tersebut. Sebab, untuk perbaikan gedung telah terdapat anggaran perbaikan  ringan, sedang dan  berat maupun  total. “Saya kira hal ini perlu menjadi perhatian Ahok, karena di lingkungan pendidikan di Jakarta sarat dengan manipulasi penggunaan anggaran,” ujarnya, Kamis (3/7).

Apalagi belakangan ini sempat terungkap bahwa pelaksanaan kegiatan antirayap untuk gedung sekolah di Jakarta menggunakan obat untuk mengatasi hama pada tanaman.  “Kalau ada indikasi penyimpangan, saya kira harus ditindaklanjuti,” tandasnya.

TIDAK TAHU

Manat Gultom, Koordinator Jakarta Corruption Watch (JCW),  sebagai pihak yang mengungkap temuan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan anggaran anti rayap berharap  Ahok bisa menata  birokrat di segala lapisan. “Kami telah secara resmi meminta pertanggungjawaban hukum terhadap pemakaian  dana Rp44 miliar di pos anggaran  anti rayap untuk pemeliharaan gedung SDN. SMPN, SMAN/ SMKN selama empat  tahun  di Suku Dinas Pendidikan Dasar/ Dikmen lima wilayah kota,” ucapnya.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan JCW terhadap beberapa pihak sekolah selaku pengguna barang atau jasa menyebutkan tidak mengetahui adanya fungsi atau program pengadaan anti rayap tersebut.

Hal yang sama juga diakui beberapa pihak rekanan selaku penerima kontrak pekerjaan perbaikan ringan, sedang dan  berat maupun  total juga tidak mengetahui adanya program pemeliharaan gedung dengan anti rayap. Padahal anggaran yang dikucurkan pada proyek ini tidaklah sedikit.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Lasro Marbun, berjanji menindaklanjuti temuan ini. Ia malah secara tegas  tidak memberikan toleransi pada penyimpangan anggaran di instansinya. (guruh)

http://poskotanews.com

Share Button